ISOLASI SENYAWA 5, 3’,4’ TRIHIDROKSI FLAVONOL DARI DAUN BUNGUR (Lagerstroemia speciosa PERS.)

  • Asep Roni Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
  • Asep Gana Suganda Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung
  • Rika Hartati Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung

Abstract

Bungur (Lagerstroemia speciosa Pers.) adalah salah satu tumbuhan obat yang tumbuh di Indonesia. Dalam pengobatan tradisional daun bungur digunakan sebagai obat diabetes, biasanya digunakan dalam bentuk rebusan juga digunakan untuk mengobati kencing batu, kencing manis, dan tekanan darah tinggi. Biji tumbuhan ini dapat digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan kencing manis, sedangkan bagian kulit kayu digunakan untuk mengobati diare, disentri dan kencing darah. Daun bungur memiliki kandungan kimia, seperti saponin, flavonoid dan tanin, sedangkan pada kulit batang bungur mengandung flavonoid dan tanin. Namun penelitian kandungan kimia tumbuhan yang bermanfaat tersebut masih sedikit dilaporkan. Oleh karena itu, eksplorasi bahan alami yang mempunyai aktivitas biologis menjadi salah satu target para peneliti, berdasarkan beberapa penelitian yang telah dikembangkan, senyawa-senyawa yang mempunyai aktivitas farmakologi diantaranya adalah senyawa flavonoid, sehingga pada penelitian ini dilakukan isolasi, karakterisasi dan identifikasi flavonoid dari daun bungur. Ekstraksi dilakukan dengan alat Refluks menggunakan tiga pelarut dengan kepolaran meningkat (n-heksana, etil asetat, dan etanol). Ekstrak etil asetat daun bungur (Lagerstroemia speciosa Pers.) difraksinasi lanjut menggunakan kromatografi kolom dengan elusi landaian (n-heksana-etil asetat-metanol). Fraksi terpilih kemudian dimurnikan dengan kromatografi lapis tipis preparatif sehingga didapatkan fraksi yang mengandung senyawa X. Setelah dimurnikan, senyawa X dikarakterisasi menggunakan penampak bercak spesifik, spektrofotometri UV. Berdasarkan hasil spektrum UV-sinar tampak panjang gelombang maksimum senyawa X adalah 361 nm dan 272 nm. Setelah penambahan pereaksi geser menimbulkan perubahan panjang gelombang maksimum (batokromik) setelah penambahan NaOH, asam borat/HCl. Ekstrak etil asetat daun bungur diperoleh senyawa X adalah suatu flavonoid, struktur yang diusulkan adalah 5,3’,4’ trihidroksi flavonol.

References

Basset, J., Denney, R.C., Jeffery, G.H., dan Mendham, J., (1994): Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Edisi IV, Diterjemahkan oleh: Hadyana Pudjaatmaka, EGC, Jakarta.
Cronquist, A., (1981): An Intregated System of Classification of Flowering Plants, Columbia University Press, New York.
Dalimartha, S., (2003): Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid II, Trubus Agriwidya, Jakarta.
Depkes RI., (1995): Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Ditjen POM, DepKes. RI., (1986): Cara Pembuatan Simplisia yang Baik, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 2-25.
Ditjen POM, DepKes. RI., (1989): Materia Medika Indonesia, jilid V, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 194-197.
Ditjen POM, DepKes. RI., (2000): Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 10-11.
Farnsworth, N.R., (1966): Biological and Phytochemical Screening of Plants, Journal of Pharmaceutical Sciences, 55(3), 243-268.
Gritter, R.J., Bobbitt, J.M., dan Schwarting, A.E., (1991): Pengantar Kromatografi, Edisi II, Diterjemahkan oleh: Kosasih Padmawinata, ITB Press., Bandung,
Harborne, J.B., (1996): Metode Fitokimia. Terbitan ke-II, Kosasih Padmawinata, ITB Pres., Bandung.
Hayashi, T., Maruyama, H., Kasai, R., Hattori, K., Takasuga, S., Hazeki, O., Yamasaki, K., dan Tanaka, T., (2002): Ellagitannins from Lagerstroemia speciosa as Activators of Glucose Transport in Fat Cells, Planta Medica 68, 173-175.
Heyne, K., (1987): Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid III, Badan Litbang Kehutanan, Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta.
Hernawan, U.E., Sutarno, dan Setyawan, A.D., (2004): Aktifitas Hipoglikemik dan Hipolipidemik Ekstrak Air Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa (L.) Pers.) terhadap Tikus Diabetik, Biofarmasi 2(1), 15-23
Huang, G.H., Zhan, Q., Li, J.L., Chen, C., Huang, D., Chen, W., dan Sun, L., (2013): Chemical constituen from leaves of Lagerstroemia speciosa L., Biochemical Systematics and Ecology, 51, 109-112.
Kakuda, T.I., Sakane, T., Takihara, Y., Ozaki, H., Takeuchi dan Kuroyanagi, M., (1996): Hypoglycemic effect of extracts from Lagerstroemia speciosa L. leaves in genetically diabetic KK-AY mice. Bioscience Biotechnology and Biochemistry, 60, 204-208.
Mabry, T.J., Markham, K.R., dan Thomas, M.B., (1970): The Sistematic Identification of Flavonoids, Springer-Verlag, Berlin, 104.
Markham, K.R., (1988): Cara Mengidentifikasi Flavonoid, Diterjemahkan oleh: Kosasih Padmawinata, ITB, Bandung.
Okada Y., Omae A., dan Okuyama T., ( 2003): A new triterpenoid isolated from Lagerstroemia speciosa (L.) Pers., Chemical and Pharmaceutical Bulletin, 51(4), 452- 454.
Robinson, T., (1995): Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, Edisi II, Diterjemahkan oleh: Kosasih Padmawinata, ITB Press., Bandung.
Sastrohamidjojo, (1992): Spektrofotometri Inframerah, Liberty, Yogyakarta.
Sarker, S. D., Latif, Z., dan Gray A. I., (2006): Natural Products Isolation 2nd Edition, Humana Press, New Jersey, 6-8.
Setiawan, A.I.M., dan Astiti, I.A.R., (2008): Senyawa Golongan Flavonoid Pada Ekstrak n-Butanol Kulit Batang Bungur (Lagerstroemia speciosa Pers.), Jurnal Kimia, 2(2), 111-116.
Xu Y.M., Tanaka T., Nonaka G., dan Nishioka I., (1991): Tannins and related compounds CVII Structure lucidation of three new monomeric and dimeric ellagitannins flosin B reginins C and D isolated from Lagerstroemia flosreginae Retz., Chemical and Pharmaceutical Bulletin, 39, 647-650.
Published
2018-09-08
How to Cite
RONI, Asep; SUGANDA, Asep Gana; HARTATI, Rika. ISOLASI SENYAWA 5, 3’,4’ TRIHIDROKSI FLAVONOL DARI DAUN BUNGUR (Lagerstroemia speciosa PERS.). JURNAL FARMASI GALENIKA, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 82-90, sep. 2018. ISSN 2579-4469. Available at: <http://blog.stfb.ac.id/index.php/jfg/article/view/114>. Date accessed: 09 dec. 2018.